Home » Nasional » KRISHNA MURTI : CADAR, JENGGOT, CELANA CINGKRANG ITU SYARIAT ISLAM ‘BUKAN “SERAGAM “TERORIS

KRISHNA MURTI : CADAR, JENGGOT, CELANA CINGKRANG ITU SYARIAT ISLAM ‘BUKAN “SERAGAM “TERORIS

 

Jakarta.Tamboraplus.com -Aksi bom libatkan wanita bercadar terjadi, Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti unggah penjelasan yang buat netizen jadi adem.

Aksi bom di Surabaya dalam 2 hari belakangan ini sangat menyita perhatian publik.

Aksi teror bom bunuh diri itu sukses membuat masyarakat Indonesia gempar.

Tak jarang beberapa pihak menjadi memojokkan umat Islam dan atribut-atribut yang dikenakan para pelaku.

Hal itu lantaran pelaku bom bunuh diri kebanyakan menggunakan atribut yang lekat dengan muslim.

Meski begitu, tak semua masyarakat Indonesia mengkaitkan aksi teror ini dengan agama manapun.

Menanggapi kejadian teror yang sempat mengancam beberapa hari belakangan ini, Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti pun mengunggah status untuk menenangkan netizen dan masyarakat tanah air.

Krishna yang saat ini menjabat Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Karomisinter Divhubinter) Polri, secara lugas menjelaskan bahwa menilai seseorang itu jangan dari penampilan semata.

Unggahan akun Instagram pribadinya itu seketika mampu membuat netizen menjadi lebih tenang dan memberi apresiasi.

Berikut ini unggahan lengkapnya.

“Saya mau kasih tau semua warga masyarakat:

1. Wanita menutup aurat dg jilbab ataupun bercadar itu adalah pilihan berdasarkan keyakian masing2.. Jadi jangan kalian cap mereka dg label tidak baik. Menutup aurat adalah kewajiban yang diajarkan nabi..

2. Laki2 yang berjenggot adalah Sunnah Rasul. Jangan kalian label mereka dengan hal2 tidak baik.. Semua kembali kepada keyakinan masing2..

3. Laki2 bercelana diatas mata kaki, bukanlah identik dengan kaum radikal. Dalam Islam kita diajarkan untuk tidak menggunakan celana yang menyapu lantai. Dalam Shalat kita diajarkan untuk menaikan celana diatas mata kaki agar diterima Shalat kita..

4. Jangan label orang karena penampilan. Dan jangan juga menyembunyikan kejahatan dengan penampilan..

5. Banyak pelaku kejahatan bersembunyi dibalik pakaian bagus, dibalik batik, dibalik jas, dibalik seragam, dibalik perilaku manis..

6. Kita perang terhadap kejahatan, bukan perang terhadap manusia.. .

Semoga ini mencerahkan dan menghindarkan kita dari syak wasangka satu sama lain..(sumber/Tp)

Editor : Tambora Plus. Tambora Jakarta Jakarta Barat
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*