Home » Pojok Tambora » Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ganja, Sindikat Narkoba Lintas Provinsi Berhasil Diringkus Polisi

Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ganja, Sindikat Narkoba Lintas Provinsi Berhasil Diringkus Polisi

Jakarta, Tamboraplus.com-SATUAN Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan penyelundupan 1 ton ganja sindikat lintas provinsi. Dari pengungkapan itu ditangkap enam tersangka.

“Jaringan ini diduga merupakan sindikat Narkoba yang mengedarkan narkoba jenis sabu dan ganja antar provinsi, dan sudah beberapa kali melakukan pengiriman,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di Jakarta, Rabu (3/1).

Kasus ini terungkap berdasarkan hasil pengembangan perkara yg ditangani Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Maret 2017 di stasiun Gambir Jakarta Pusat. Dari hasil analisa data IT didapat informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Jakarta

Kemudian Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto dan Kanit 1 Sat Resnarkoba AKP Alrasyidin Fajri Gani, melakukan penyelidikan dengan teknik surveillance dengan target tersangka Alexandro yang berangkat dari Jakarta ke Aceh.

Setelah menerima narkoba yang dimuat dalam truk boks B 9337 TCD, target kembali ke Jakarta melalui jalur darat. Selanjutnya dilakukan pengawasan selama beberapa hari.

Selanjutnya pada 31 Desember 2017 malam, anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menghentikan dan mengamankan truk tersebut, yang dikemudikan tersangka Ranky Alexandro di depan pintu masuk pelabuan Bakauheni Lampung.

“Saat 1 Januari 2018 dini hari dilakukan penggeledahan ditemukan paket ganja sebanyak 1.300 paket masing-masing 1 kg. Jadi total 1,3 ton ganja,” ungkap Suhermanto.

Ganja itu disimpan di balik tumpukan karung arang kayu yang sudah di modifikasi dilapis oleh baja ringan. Atas pengakuan tersangka, barang tersebut dikendalikan Rocky dan Rizky yang ditangkap berikutnya di Cikarang, Bekasi dan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dari penangkapan kedua pengendali tersebut, petugas Satres Narkoba Polres Jakarta Barat melakukan teknik controlled delivery kepada penerima narkoba tersebut. Setelah itu diamankan tersangka penerima atas nama Gardawan di Tebet, Jakarta Selatan.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 Sub 111 ayat 2 Sub 132 UU no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

“Dari kasus ini bisa diselamatkan menyelamatkan 2,6 juta jiwa,” tutur Suhermanto.

(Red. Sumber Media Indonesia)

(Red.TP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*