Home » Jabodetabek » Polrestro Depok Berhasil Bekuk Pimpinan Geng Motor

Polrestro Depok Berhasil Bekuk Pimpinan Geng Motor

Depok – Polres Metro Depok berhasil meringkus Habibi pimpinan geng motor yang melakukan penjarahan di toko pakaian Fernando. Habibi diringkus bersama dengan empat orang lainnya yang juga terlibat dalam kasus penjarahan. Mereka diringkus di wilayah perbatasan Depok-Bogor, Selasa (26/12) malam.

Kepala Kepolisan Resort Depok AKBP Didik Sugiarto mengatakan, keempat orang yang diringkus ini setelah dilakukan pemeriksaan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan satu orang lainnya yakni Habibi merupakan pimpinan geng yang juga langsung menjadi tersangka.

“Kami sudah meringkus totalnya 12 orang. Delapan orang jadi tersangka. Masih ada dua orang yang masih kami cari,” ujar Didik di Markas Polres Depok di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (27/12) sore.

Delapan orang yang menjadi tersangka yakni Habibi, Caung, Fatur, Aldo, Dewa, Wildan, Alwi, Muslim Bukhiri. Sedangkan dua orang lainnya yang masih dalam pencarian adalah Adit dan Dendy.

Diungkap Didik, saat melakukan penggeledahan di lokasi ditemukannya Habibi dan kawan kawan, terdapat senjata tajam dan juga alat alat yang digunakan untuk memproduksi senjata tajam. Didik mengatakan pihaknya masih terus mendalami apakah senjata tajam ini dipakai untuk kepentingan pribadi mereka ataukah juga diperjualbelikan.

“Ada beberapa anggota ini di status media sosialnya menawarkan senjata tajam ke orang lain. Kami terus dalami ini apakah benar diperjualbelikan ataukah untuk kepentingan pribadi,” tutur Didik.

Berdasarkan informasi dan juga hasil penyelidikan geng motor yang diketahui bernama geng motor Depok Bogor ini juga pernah berbuat kejahatan di wilayah Jakarta Selatan.

Dikatakan Didik, mereka jika akan beraksi geng motor ini selalu berkumpul bersama. Kemudian mereka berputar putar mencari sasaran di wilayah yang situasinya rawan misalnya sepi dan rawan gangguan kamtibmas.

“Kalau sudah menemukan target nanti mereka akan mengancam untuk mengambil properti milik korban. Misalnya ponsel, uang, dan perhiasan. Hasil dari pencurian ini kemudian mereka bagi dan digunakan untuk kebutuhan hidup mereka dan berfoya foya serta membeli miras, sebab setiap sebelum beraksi, mereka ini selalu menenggak miras lebih dulu. Ini berpengaruh terhadap kondisi emosional mereka,” papar Didik.

Lebih lanjut Didik menuturkan, para anggota geng motor ini juga beberapa kali menjarah warung tegal (warteg) dan warung kopi (warkop). Pada 22 Desember lalu mereka merampok warteg dan warkop di kawasan Kecamatan Limo, Kota Depok. Mereka memaka pemilik warteg dan juga pemilik warkop menyerahkan uang hasil berdagang.

Tak hanya itu, para anggota geng motor juga merampok dan mengancam seorang pedagang nasi goreng. Uang hasil penjualan nasi goreng sebesar Rp 300.000 digasak beserta dengan satu tabung gas elpiji tiga kilogram.

Tentang asal usul kepemilikan narkoba yang diketahui empat tersangka telah positif narkoba, Polres Depok masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman. Demikian pula halnya tentang mekanisme perekrutan anggota geng motor.

“Itu semua masih terus kami dalami dan selidiki,” kata Didik.

Sementara itu, Habibi selaku pimpinan geng motor mengatakan bahwa dirinya menyesal telah melakukan tindak kejahatan dan menjadi pemimpin dalam geng motor. Geng motor yang dia pimpin diakuinya bernama Geng Motor Depok Bogor.

“Saya menyesal karena telah membuat geng motor dan melakukan perbuatan ini. Jangan ikuti saya. Saya hanya pesan kepada orang-orang yang masih tergabung di geng motor untuk bubarkan saja geng motor. Dimanapun di seluruh Indonesia. Ini buat kebaikan kita semua juga. Bubarkan geng motor,” ujar Habibi lirih sambil tertunduk saat dihadirkan dalam rilis kejahatan di Mapolres Depok. (Red/Tp)

Sumber: BeritaSatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*