Home » Pojok Tambora » Polsek Tambora Release, Pelaku Pembunuhan Setelah Buron Selama Hampir 4 Tahun

Polsek Tambora Release, Pelaku Pembunuhan Setelah Buron Selama Hampir 4 Tahun

Jakarta, Tamboraplus.com– Selama hampir empat tahun, seorang pelaku pembunuhan berinisal AM (17) berhasil ditangkap aparat Unit Reskrim Polsek Tambora pada Minggu  Namun, satu orang pelaku lainnya berinisial CL masih terus diburu aparat kepolisian.

Pelaku bersial AM ditangkap pada hari Minggu (17/12) sekitar pukul 02.00 WIB, di rumah keluarganya wilayah Banten. AM merupakan pelaku kedua yang diamankan Polisi. Sebelumnya, pelaku MI (18) sudah terlebih dahulu diamankan di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku berinisial CL. Ketiganya merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban Alfiansyah (22).

Kapolsek Tambora Jakarta Barat, Kompol Slamet Riyadi, SH, MM bersama Kasubag Humas Polres Jakbar Kompol Purnomo, SH Yang di dampingi Kanit Reskrim Akp Erick Ekananta Sitepu, SH, SIk, serta Panit Reskrim Iptu Atang, SH mengungkapkan, ketiga pelaku menyerang korban secara bersamaan. Seperti pelaku MI, ia memukul korban mengunakan kayu balok ke bagian kepala, badan, dan kaki dalam Release kepada sejumlah awak media di Aula Polsek Tambora Polres Jakbar, Rabu Pukul 16. 00 wib. (20/12/2017).

Sementara, pelaku AM dan pelaku CL (DPO) menusuk korban dengan mengunakan senjata tajam jenis celurit, ketiga pelaku menyerang korban secara bersamaan. Ada yang menggunakan kayu balok dan celurit.

Dan berdasarkan hasil interogasi, pelaku melakukan aksi keji tersebut lantaran dendam kepada korban. Pelaku dendam karena pada peristiwa tawuran sebelumnya salah satu teman pelaku Irfan bernama Anjut dan Barong mengalami luka bacok akibat diserang oleh kelompok korban.

Kejadian tersebut di latar belakangi dendam lama Para pelaku merupakan bagian dari kelompok warga Tanah Sereal dan Rusun Angke telah beberapa kali terlibat tawuran melawan kelompok Kalianyar dan Jembatan Besi dari pihak korban.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP sub 170 ayat 3 sub 351 ayat 3  tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara. (Red.TP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*